Jumat, 03 Maret 2017

Aturan Agregat Gol pada Piala Presiden 2017

http://bolasepaknasional.blogspot.com/
Piala Presiden 2017 telah memasuki babak semi-final. Seperti diketahui, pada babak ini bakal mempertemukan Pusamania Borneo FC (PBFC) II kontra Persib Bandung, serta Semen Padang melawan Arema FC.

Babak semi-final bakal digelar dalam dua leg (kandang-tandang) pada 2 dan 5 Maret 2017. Leg pertama antara PBFC II versus Persib akan dilaksanakan di Stadion Segiri, Samarinda, sedangkan Semen Padang akan menjamu Arema di Stadion H. Agus Salim, Padang.

Untuk leg kedua yang digelar 5 Maret, Persib gantian menjamu PBFC II di Stadion Si Jalak Harupat, Soreang, dan Arema akan menghadapi Semen Padang di Stadion Kanjuruhan, Malang.

SIMAK JUGA: Cara DAFTAR AKUN SBOBET

Pada babak ini, tentunya bakal menimbulkan berbagai situasi. Mulai dari kedua tim yang bisa bermain imbang di dua laga, atau saling mengalahkan dengan agregat skor akhir yang sama, hingga adanya kemungkinan untuk menentukan pemenang lewat babak adu penalti.

Untuk menghindari adanya kerancuan, pihak panitia pelaksana juga sudah mencantumkan regulasi mengenai hal tersebut. Itu tertera dalam pasal 7 ayat 3 regulasi Piala Presiden 2017. 

"Apabila dua tim yang bertanding di babak semi-final mencetak skor akhir yang sama setelah bermain di dua pertandingan (leg pertama dan kedua), tim yang mencetak gol tandang lebih banyak berhak lolos ke babak selanjutnya. Jika hal tersebut tidak terjadi, maka pertandingan dilanjutkan dengan extra time dengan durasi tiap babak 15 menit (berlangsung dua babak). Jika dua tim mencetak jumlah gol yang sama di babak extra time, maka gol tandang dihitung ganda (double) dan tim tamu lolos ke babak selanjutnya. Jika tidak ada gol tercipta di babak extra time maka pertandingan akan dilanjutkan dengan adu tendangan penalti," tulis regulasi itu.

Tentunya regulasi ini berbeda dengan yang diterapkan pada babak perempat-final yang menggunakan format pertandingan tunggal. Di mana tim yang bermain imbang dalam 2x45 menit, pemenangnya langsung ditentukan lewat adu penalti.

Kemunculan Pemain Muda yang berbakat di Indonesia

http://bolasepaknasional.blogspot.com/
Regulasi pemain muda yang mulai diterapkan PSSI sejak Piala Presiden 2017 mulai memberikan hasilnya. Beberapa pemain muda potensial sukses merebut perhatian karena memaksimalkan kesempatan yang diberikan. Siapa saja?

1. Febri Hariyadi

Febri Hariyadi terus mempertahankan sinarnya di Persib Bandung. Pada Piala Presiden 2017, pemain yang bisa bergerak sebagai gelandang, sayap, dan bahkan penyerang jika dibutuhkan ini punya catatan yang bagus. Dirinya beberapa kali menjadi motor serangan dari Maung Bandung di turnamen pra-musim ini.

Total dirinya sudah menciptakan dua assist dan satu gol. Satu gol ia ciptakan ke gawang PSM Makassar dalam laga kedua fase grup di Stadion Si Jalak Harupat. Gol Febri tersebut menambah motivasinya untuk bermain lebih baik lagi di pertandingan-pertandingan selanjutnya.

Terbukti ia kembali ‘berulah’ dengan menciptakan assist kepada Sergio van Dijk saat berhadapan dengan Persela Lamongan. Bahkan Febri dalam laga tersebut bisa dibilang menjadi pemain yang cukup licin. Tak jarang para pemain belakang Persela, tak mampu mengejar pemain yang juga mendapat julukan ‘RX-King’ karena larinya yang sulit dikejar ini.

Hasilnya jelas. Febri pun terpilih mengikuti seleksi timnas Indonesia U-22 di bawah asuhan Luis Milla. Pencapaian yang cukup bagus, mengingat namanya terus mencuat di permukaan sepak bola Indonesia setelah dipromosikan dari Persib U-21 ke tim senior.

2. Syamsul Bahr

Mungkin klub-klub DKI Jakarta, seperti Persija Jakarta dan Persijabar Jakarta Barat, akan merasa rugi karena tak memanfaatkan bakat muda pemainnya. Syamsul Bahri memang berangkat dari Persija U-21. Namanya lumayan mentereng saat membela tim sepak bola PON DKI Jakarta. Di tim tersebut, ia memperlihatkan kemampuannya yang tak kalah bagus dengan pemain ‘daerah’ yang ada di Persija. Namun sayang, ia tak banyak mendapatkan kesempatan dan akhirnya hengkang ke Semen Padang.

Dalam gelaran Piala Presiden, Syamsul Bahri sukses menjadi salah satu pemain muda yang disorot oleh media dan publik sepak bola Indonesia. Ia kerap disorot karena tenaganya seperti tak pernah habis dalam mengejar bola dan menjadi motor permainan timnya.

Gol Vendry Mofu ke gawang PSCS Cilacap juga tak lepas dari kejelian Syamsul mengirim umpan matang ke jantung pertahanan ‘Hiu Pantai Selatan’. Hasilnya, Mofu dengan mudah menendang dengan keras bola hasil umpan Bahri.

Dengan semua yang ia lalui bersama Semen Padang di Piala Presiden hingga 8 besar, nama Syamsul Bahri memang sangat pantas untuk terus dibicarakan oleh penikmat sepak bola Tanah Air. Untuk bermain taruhan bola pada pertandingan liga Indonesia, anda dapat mendaftarkan diri anda melalui DAFTAR AKUN SBOBET, pendaftarannya gratis dan tidak dipungut biaya sama sekali.

3. BAGAS ADI NUGROHO

Eks penggawa timnas Indonesia U-19 asuhan Eduard Tjong itu kini telah mantap merebut posisi bek kanan Arema FC. Bagas memang mempunyai karakter kuat dan memiliki kecepatan sebagai bek sayap. Tercatat ada sekitar empat tekel bersih yang ia hasilkan saat babak grup, termasuk melawan Persija Jakarta di Stadion Kanjuruhan, Kabupaten Malang, dalam laga kedua Grup 2.

Penampilannya yang tak pernah terlihat kehabisan energi, membuat pelatih Aji Santoso begitu percaya dengan kemampuan Bagas Adi dalam mengawal lni pertahanan Singo Edan. Hasilnya sudah terlihat jelas, Arema FC melaju ke semifinal dan Bagas Adi pun masuk dalam pemain seleksi timnas Indonesia U-22 tahap pertama.

Sang Peraih Sepatu Emas siap Menjual Sepatu Emas, Siapakah yang berminta?

http://bolasepaknasional.blogspot.com/
Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) akan memfasilitasi penanganan cedera eks striker Persibat Batang, Hapidin.

PSSI menyatakan hal tersebut melalui rilis resmi kepada awak media yang dikeluarkan pada hari Jumat. Untuk bemain Taruhan online, dapat anda dapatkan account Sbobet dengan mengunjungi website DAFTAR AKUN SBOBET , pendaftarnya gratis dan tidak dipungut biaya apapun

"PSSI dalam hal ini memfasilitasi pemeriksaan bagi Hapidin di Surabaya lewat dokter Dwikora (dosen di Universitas Airlangga)."

"Jika yang bersangkutan membutuhkan prosedur operasi, dokter Dwikora akan memfasilitasinya. Dengan penjelasan ini, PSSI berharap seluruh kesimpangsiuran terkait cedera Hapidin bisa diakhiri."

Polemik soal Hapidin mencuat ketika dia berniat menjual sepatu emasnya demi mendapatkan biaya pengobatan cedera.

Sepatu emas itu didapatkan Hapidin setelah berhasil menjadi pencetak gol terbanyak pada kompetisi Divisi Satu musim 2014.

Ia terpaksa menjual sepatu emas tersebut karena Persibat dinilai lepas tangan dalam pemulihan cederanya.

Terkait perkara ini, Persibat turut angkat suara. Mereka menyayangkan Hapidin melontarkan pernyataan di media yang seakan-akan tidak mendapatkan bantuan maksimal dari klub.

Melalui rilisnya, Persibat menyebut Hapidin mendapatkan cedera saat bermain tarkam (antarkampung) di Desa Kebon Rowopucang, Kabupaten Pekalongan.

Persibat pun mengklaim pernah menawarkan Hapidin untuk menjalani operasi. Namun, sang pemain lebih memilih pengobatan alternatif.

Selain itu, Persibat mengungkapkan bahwa Hapidin tetap diizinkan tinggal di mess klub selama perawatan cederanya.