Selasa, 11 November 2014

Indonesia Vs Timor leste, Tim Garuda Jaya Sukses tundukkan Timor Leste dengan skor 4-0


Jakarta - Berita bola terkini dari Tim Nasional Senior Indonesia yang berhasil mempermalukan Timor Leste dengan skor telak 4-0 dalam laga persahabatan yang dilakukan di Stadion Gelora Bung Karno (GBK) Jakarta, Selasa malam tadi.

Dari pantuan beritabola, laga pada menit-menit awal pertandingan, Timnas Indonesia kelihatan seperti mendapat tekanan dari timnas Timor Leste. Umpan-umpan yang diperagakan oleh anak asuh Alfred Riedl terlihat tidak terarah.
Meski memang tidak berlangsung lama, Lantaran begitu memasuki menit ke-6 serangan Indonesia mulai menunjukan misinya. Evan Dimas yang dipercaya menjadi jenderal lapangan tengah mulai bisa mengontrol bola dengan baik dan menggelontorkan umpan-umpan matang baik ke sisi kanan dan kiri sayap dari timnas Indonesia.
Keadaan tersebut ternyata membuahkan hasil setelah pada menit ke-10 umpan lambung dari Zulham Zamrun sukses di konversikan menjadi gol oleh pemain naturalisasi Indonesia, Sergio Van Dijk berhasil memecah kebuntuan lini depan Indonesia dengan menjebol gawang Timor Leste yang dijaga oleh Ramos S. Ribeiro.
Berawal dari gol Sergio Timnas Indonesia terus melakukan serangan. Kesempatan emas datang dari Evan Dimas di menit ke 35 saat ia sendiri berhadapan dengan penjaga gawang Ramos, namun tendangan keras Evan berhasil dimentahkan oleh Ramos.
Sesekali terlihat Timor Leste melakukan penyerangan balik, namun tertahan di kaki Fachruddin yang menjadi penjaga pertahanan tim Garuda Indonesia.
Memasuki menit ke 40, lagi-lagi umpan matang Zulkifli berhasil ditanduk oleh Zulham sehingga mengumbah kedudukan menjadi 2-0.
Memasuki menit-menit akhir babak pertama, lagi-lagi umpan manis Zulkifli ke kaki Evan Dimas, berhasil dimanfaatkan. Tendangan Evan, tepat berada di pojok kanan gawang. Untuk ketiga kalinya ramos harus memunggut bola dari gawangnya, dan Skor bertahan hingga turun minum.
Begitu masuk babak kedua, Riedl pun berujicoba pelurunya dengan mengantikan dua pemain sekaligus dengan menarik keluar manahati Lestusen dan Rizki Ramdhani, kemudian memasukan Ahmad Bustomi dan Bayu Gatra ke arena laga.
Dengan dimasukkan 2 penggawa tersebut, ternyata hjasilnya tidak memuaskan atau tak menambah daya dobrak timnas Indonesia, justru sebaliknya pada menit ke 48 Fachruddin terpaksa menjatuhkan kapten timnas Patrick Fabiano di luar kotak 16, dan sayangnya tendangan bebas yang diambil oleh Patrick sendiri tidak menghasilkan gol bagi Indonesia.
Memasuki menit ke 64 Riedl sepertinya masih belum puas dengan hasil anak asuhnya, dan kembali menarik keluar kapten timnas U 19 yakni Evan Dimas dan Sergio serta memasukan Christian Gonzales dan Samsul Arif untuk menambah daya dobrak.
Ternyata percobaan pelatih Indonesia tersebut membuahkan hasil pada menit ke 66 kerja sama ciamik antara Bayu Gatra dengan Samsul Arif sukses membuat samsul mencatatkan namanya di monitor skor. Indonesia pun tercatat unggul 4-0.
Pelatih Timor Leste Antonio Carlos Viera berusaha menganti beberapa penggawanya, Akan tetapi sampai peluit babak kedua ditiup wasit, skor tidak berubah masih tetap sama 4-0 untuk kemenangan Indonesia.

Senin, 10 November 2014

Bek Persib Supardi Yakin, Pemain Persib Bandung Mampu Adaptasi Cepat Di Timna



beritabola -- Setelah selesai merayakan dan pesta atas keberhasilan mereka dalam menjuarai Indonesia Super League 2014 pekan kemarin, Kini delapan pemain Persib Bandung sudah sampai di Jakarta guna mengikuti pemusatan latihan yang di mulai dari hari ini, Selasa (11/11/14).

Seperti dikutip dari goal dot com, Delapan pemain tersebut ada diantarany seperti Supardi, Achmad Jufriyanto, M Ridwan, Hariono, Tony Sucipto, Firman Utina, Ferdinand Sinaga dan I Made Wirawan. Mereka pun hanya akan menonton laga antara Indonesia dan Timor Leste di (GBK) Stadion Gelora Bung Karno.


Karena mereka baru saja menjalani laga Final ISL, makanya belum dimainkan seperti keterangan tim pelatih timnas berikut ini "Kalau untuk langsung bermain pasti mereka masih lelah," kata Wolfgang Pikal, asisten pelatih tim Merah Putih.


Pada pelatnas akhir yang akan diikuti dua laga uji coba melawan Timor dan Suriah, Alfred Riedl memanggil skuat bayangan Piala AFF 2014 yang dihuni 35 pemain. Dan nama tersebut bakal menyusut menjadi 22 ditambah satu pemain.


Meski Pelatnas kali ini belum pernah diikuti pemain terpilih secara lengkap. Dikarenakan ISL yang baru saja usai pekan lalu, dan banyak pemain timnas yang masih membela klubnya masing-masing sejak babak delapan besar ISL berlanjut.


Menilik situasi seperti itu, bek kanan Persib, Supardi, yakin para rekannya sesama pemain skuat Maung Bandung tak akan merasa kesulitan untuk beradaptasi di bawah besutan pelatih Alfred Riedl dan pemain timnas lainnya.



"Kami ini kan boleh dibilang pemain langganan/lama di timnas, yang mana notabene adalah pemain-pemain yang cukup sering dipanggil timnas. Jadi aku piker sih, tidak ada kesulitan untuk beradaptasi," ungkap Supardi yang sudah mengemas 17 gol tersebut.





"Memang pelatnas kali ini buka-tutup buka-tutup, tapi Insha Allah kita bisa terus beradaptasi," tambahnya. sekian berita bola terkini hari ini, ikuti terus berita bola selanjutnya ya teman

Jumat, 07 November 2014

Ferdinand Sinaga Jadi Pemain Terbaik ISL Musim 2013-2014

Pemain terbaik  ISL musim 2013-2014 adalah Ferdinand Sinaga, yang menjadi atau seorang penyerang dari Persib Bandung. Selain menjadi juara ISl musim ini, pemain Persib yang bermain sebagai striker yakni Ferdinand Sinaga terpilih menjadi pemain terbaik musim ini.


Dengan jatuhnya atau dinobatkannya Ferdinand sebagai pemain terbaik ISL musim ini, menunjukan kalau Striker lokal pun mampu berbicara banyak di sepakbola tanah air.

beberapa pengamat mengatakan kalau tindakan Jajang nurjama yang lebih memilih untuk memainkan pemain lokal daripada pemain Asing harus ditiru pelatih klub lainnya,

supaya para pemain lokal mampu menunjukan kwalitasnya atau bisa lebih berkembang atau maju ataupun berbicara banyak disepakbola nasional.

Namun sayangnya perlakuan seperti jajang ini masih sedikit dilakukan pelatih bola di negri ini, yang notabene lebih sering memainkan penyerang asing untuk memperkuat timnya yang ssedang bermain. semoga saja kedepannya para pelatih sepakbola lebih memperhatikan hala ini ya, sekian breaking news sepakbola terkini dari blog beritabola.


Persib Juara, Hasil Final ISL 2014 Antara Persib Vs Persipura

Akhirnya setelah penantian panjang sekitar 19 tahun terbayar sudah malam ini, Persib yang memang menjadi kandidat juara ISL 2014 pun menjawab cibiran dan ketidak yakinan banyak pihak, Sebagai bobotoh saya pun senang dengan hasil Final ISL ini, dimana Persib menjadi jawara dikasta tertinggi sepakbola Indonesia musim ini.

Persib menjadi juara bukan sekedar kebetulan, setelah bermain alot dibabak normal, sampai akhirnya main dengan babak tambahan waktu, dan skor pun masih imbang 2-2.

Tapi salut buat Persipura, meski dengan sepuluh pemain, mereka masih tampil meyakinkan, Hingga akhirnya bek Persibpun dikartu mereah oleh wasit saking kuatnya kedua kesebelasan harus menjalani adu pinalti. hasil adu penalti dimenangkan Persib denngan skor 5-3,

Pertandingan yang disaksikan ratusan ribu bahkan juta pasang mata tersebut berlangsung dramatis, karena harus mengakhiri laga dengan dra adu tendangan pinalti, ,

Namun dewi Fortuna lebih memilih Persib untuk jadi juara ISL tahun 2014 ini, Setelah Imade Wirawan mampu menggagalkan satu tendangan Persipura. selamat buat para pemain dan semua pengurus Pangeran Biru, semoga saja kekompakan kalian bisa terjaga sampai musim-musim berikutnya.

Kamis, 06 November 2014

Final ISL 2014 Persib Vs Persipura, Tak Jadi Digelar Di Jakarta, Ini Alasannya


Berita bola pagi ini kita lirik laga Final ISL 2014 yu kawan, Ada Pertandingan final ISL yang tidak jadi igelar Di Jakarta ternyata, Ini Alasannya, Pagelaran turnamen sepakbola kasta tertinggi di Indonesia yaitu Indonesia Super League (ISL) batalal diselenggarakan di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta. Laga Final ISL pun akhirnya akan bisa kita disaksikan perhelatan klimaks tersebut di Palembang pada hari Jumat, 7 November 2014 , atau sabtu besok.

Sebenarnya apa sih alasannya? Semejak pertama kali turnamen ini dihelat, Otoritas liga merencanakan tiga partai akhir dari ajang ISL tersebut digelar di Stadion Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta. Namun sayangnya, semua rencana tersebut tidak ada yang terwujud. Saat mengumumkan bahwa semifinal dipindah ke Palembang, Sekretaris PT. LI, Tigor Shalom Boboy, mengatakan alasannya  Yaitu semata-mata karena faktor keamanan.

Pemindahan tempat penyelenggaraan final ISL 2014 ini dilakukan atas saran dari Polda Metrojaya. Hal itu dikarenakan banyaknya agenda di ibukota pada bulan November ini. Padahal dua kontestannya ada Persib Bandung dan Persipura, dan kalau dilihat dari sejarah tidak punya rivalitas yang mengkhawatirkan keamanan.

“Tentu kita kecewa. Kami promosi ke tim-tim Eropa untuk datang dan bisa main di Jakarta. Tapi dengan adanya perubahan ini secara tidak langsung jadi menggambarkan Jakarta sebagai kota yang tidak aman. Ini promosi yang buruk,” ucap Ketua Umum PSSI Djohar Arifin ketika ditemui wartawan di Kantor Kemenpora, diJakarta, pada hari Kamis (6 November /2014) pagi.

Entah apa alasan Polisi, Padahal Ketum PSSI itu mengatakan bahwa sejak dari pertama kali rencana diterbitkan sebenarnya tidak ada masalah dengan izin di SUGBK. Yang terjadi adalah izin dari kepolisian setempat yang tidak dapat diberikan lantaran adanya kekhawatiran dari segi keamanan. Sementara itu Djohar sendiri pernah datang ke kantor Kemenpora untuk menyampaikan perubahan undangan soal final ISL yang dipindah di Palembang tersebut.

Lantaran dari perubahan lokasi atau tempat penyelenggaraan pertandingan  final tersebut, Djohar pun akhirnya berkunjung ke Kemenpora secara langsung untuk menyerahkan perubahan undangan. untuk Menpora yang baru beberapa hari menjabat, yaitu bapak Imam Nachrawi menyatakan kesediaannya untuk hadir dalam final tersebut. Dirinya bahkan ikut menjagokan salasatu kandidat juara, yaitu beliau medukung Persipura dalam event paling hot di jagat persepakbolaan negri ini (Indonesia). asfs.(ibrt)..

Rabu, 05 November 2014

Aji Santoso Persiapkan Skuad Untuk SEA Games 2015

Jakarta --   ,Selamat pagi kali ini ada info sepakbola dari tanah air, dimana Aji Santoso yang akhirnya meneruskan kebersamaan dengan Timnas Indonesia U-23 yang tugas perdananya menyiaapkan tim untuk mengikuti SEA Games 2015 yang akan digelar di Singapura.

Nah, Dengan adanya keputusan tersebut, Maka pelatih asal Malang Jawa Timur itu,, sangat emungkin  tidak akan menerima pinangan dari klub asal Ibu Kota, yakni Persija, demi menangani Tim Macan Kemayoran dalam keikutsertaannya di Indonesia Super League (ISL) musim 2014/2015.

"Saya sudah memutuskan untuk terus bersama timnas," terang Aji Santoso disaat dikonfirmasi dari Jakarta, hari Rabu kemarin.

Bekas Coach Persebaya Surabaya tersebut lagi-lagi akan mendapatkan tugas cukup berat. Dengan hanya menyisakan waktu sekitar enam bulan saja, bayangkan cuma 6 bulan lagi kawan, Aji dituntut untuk bisa menyiapkan tim terbaik demi meraih hasil positif pada kejuaraan dua tahunan tersebut.

Demi mempersiapkan skuad terbaik, terang Aji, dirinya akan segera melakukan koordinasi dengan pihak dari Badan Tim Nasional (BTN) demi memaparkan program yang akan dijalani mulai dari pemusatan latihan demi menggembleng anak asuhnya sampai kepada rencana pertandingan atau laga uji coba. Sesuai dengan rencana, pertemuan dilakukan pada tanggal 14 November mendatang.

"Untuk pemusatan latihan, rencananya mulai Desember. Ada sekitar 30 sampai 40 pemain yang akan kami panggil. Sistemnya keluar-masuk," kata mantan pemain timnas itu.

Menurut mantan asisten pelatih dari timnas Indonesia U-23 pada SEA Games 2013 tersebut menegaskan, demi mendapatkan pemain terbaik, pihaknya akan segera melakukan komunikasi dengan klub. Rekomendasi dari pelatih klub juga sangat dibutuhkan.

Sewaktu melatih timnas, Aji Santoso bersama dengan pelatih kondang yaitu Rahmad Darmawan mampu menyumbangkan medali perak di SEA Games 2013. Setelah itu, mampu membawa timnas masuk 16 besar pada Asian Games 2014 di Incheon, Korea Selatan,  beberapa waktu yang lalu.sekian info bola kali ini, src : antara

Selasa, 04 November 2014

Hasil Pertandingan ISL, Persipura Jayapura dan Persib Bandung Lolos Ke Final


Masih pagi enaknya minum kopi sambil baca berita bola ya kawan, Ada hasil ISL 2014 nih, Persipura Jayapura dan Persib Bandung berhasil Lolos Ke babak Grand Final. Juara bertahan Persipura Jayapura musim lalu akan ditantang kandidat juara terkuat di musim ini dalam laga final ISL 2014. Dua tim mumpuni tersebut akan bertemu di laga Final pagelaran ISL 2014 musim ini dan akan mengukuhkan siapa yang bakal menjadi jawara sepakbola sesungguhnya di negeri ini. Dan kabarnya, laga final ISL 2014 ini akan dilangsungkan pada 7 November 2014 yang akan dating,atau dua hari dari sekarang.

Persipura Jayapura sukses melangkah ke partai final ISL setelah mengalahkan Pelita Bandung Raya dengan skor 2-0 di Stadion Gelora Sriwijaya Jakabaring-Palembang, pada S elasa (4/11) sore. Dua gol tim Mutiara Hitam tercatat diciptakan oleh penyerang andalan mereka, yakni Boaz Salossa, pada saat babak kedua berlangsung.

Didalam pertarungan yang berlangsung sengit tersebut, Terlihat jelas kalau Persipura lebih mendominasi jalannya pertandingan. Meski penampilan PBR sendiri pun sangat kompak, kerjasama tim sempat beberapa kali memberikan ancaman bagi gawang dari Persipura.

Pertandingan di babak pertama hanya melahirkan beberapa peluang bagi kedua kesebelasan. Beberapa kali kedua tim saling mengancam gawang lawan, namun tak tercipta satu pun gol hingga babak perdana dihentikan.

Baru setelah babak kedua berjalan, Meski keadaan sebenarnya tidak banyak berubah. Kedua tim masih saling balas ataupun saling mengancam dengan serangan untuk menciptakan gol.

Setelah beberapa kali gagal memaksimalkan beberpa peluang di awal-awal laga babak kedua, tim Mutiara Hitam akhirnya sukses memecahkan kebuntuan laga pada menit ke-68. Dimana adad Kapten Boaz Salossayang sukses membuka keunggulan setelah sukses mendapat umpan pendek Beroperay yang diteruskan dengan sepakan kaki kirinya.

Selang 3 menit berjalan, Nampaknya PBR mulai lengah, Persipura pun akhirnya mampu menggandakan keunggulan. Lagi-lagi. Boaz menjadi bintang lapangan dengan mencetak gol keduanya. Eksekusi tendangan bebasnya mampu mendqarat sempurna ke gawang PBR yang dijaga oleh Deniss. Persipura pun akhirnya mampu mengamankan kemenangannya dengan skor 2-0 sampai pertandingan berakhir.

Sementara itu dipartai lainnya, Pertandingan seru terjadi antara Persib Bandung lawan Arema Cronus yang berlangsung di Stadion Gelora Sriwijaya, Jakabaring, Palembang, Selasa (4/11) tadi malam, Duel ketat kedua tim harus dijalankan selama 2X45 menit dan juga ditambah 2X15 menit demi memastikan siapa yang keluar sebagai jawaranya.

Bertanding dengan seluruh kemapuan yang berimbang, Sampai akhirnya Persib dan Arema berbagi poin dan skor 1-1 di waktu normal yaitu 2X45 menit, Dan akhirnya kedua tim harus meneruskan pertandingan ke babak perpanjangan 2X15 menit, atau tambahan waktu.

Rupanya Dewi Fortuna ada di pihak Persib, pasalnya di awal babak tambahan waktu, Persib justru langsung unggul cepat saat laga baru menginjak 1 menit. Gol itu bermula dari serangan cepat (faster attack)Persib melalui Makan Konate yang memberikan bola ke arah Atep sebagai winger Persib. Tanpa piker lagi dan control bola, Atep langsung melesakkan bola ke sudut kanan gawang Arema tanpa mampu dihalau oleh Ahmad Kurniawan. Tak ayal Skor pun berubah menjadi 2-1 untuk Persib.

Unggul selisih gol membuat tekanan Persib terus meningkat, sehingga membuat para pemain Arema pun mulai frustasi. Dan hasilnya dimenit ke-113, Persib kembali sukses menambah torehan golnya menjadi 3-1 gol tersebut dicetak oleh Makan Konate.

Gol Persib kali ini berawal dari kesalahan antisipasi dari Sukadana yang melakukan backpass ke Ahmad Kurniawan. Namun bola terlalu pelan sehingga bisa dicuri Konate yang langsung mengecoh kipper Ahmad Kurniawan sebelum menceploskan bola ke gawang Arema. Skor 3-1 untuk Persib terpampang dipapan skor Stadion.

Dengan hasil pertandingan kali tadi malam, Maka Persipura maupun Persib sudah dapat dipastikan ya, Klau kedua kesebelasan penuh bintang itu akan melangkah ke final ISL 2014 yang seyogyanya akan dilangsungkan pada tanggal 7 November 2014 lusa nanti, pertandingan Persib Vs Persipura dipastikan akan berlangsung seru dan syarat dengan aroma juara Nasional ISL, maka dari itu kalau kamu pecinta bola sejati saksikan ya Final Persib vs Persipura nanti.



Senin, 03 November 2014

Prediksi, Lima Hal Yang Mungkin Arema Bisa Menang Lawan Persib



Selamat jam makan siang par penggila bola, Pertandingan penuh gengsi bakal terjadi nanti, disaat Persib Bandung kontra Arema Cronus didalam laga semi final Indonesia Super League (ISL) 2014 yang rencananya akan dihelat di Stadion Gelora Sriwijaya Jakabaring, Palembang, pada sore ini atau Selasa (4/11). Ini merupakan duel dua tim papan atas yang mapan dan dihuni oleh banyak bintang.

Seperti kita ketahui teman, kedua kesebelasan mempunyai skuat yang meyakinkan dan pastinya menjadi favorit untuk meraih gelar juara ISL atau dikasta sepakbola tertinggi di tanah air Indonesia untuk musim ini. Tentunya, laga sore nanti bukan sekedar masalah taktik ataupun teknik yang disiapkan di lapangan yang bisa menentukan.Akan tetapi, mental bermain dari para penggawa kedua tim pun harus dipersiapkan ya pastinya.

Menilik lebih dalam, beritabola-18 mencoba untuk mengulas beberapa kemungkinan duel yang akan terjadi dari sejumlah pilar penting yang dimiliki oleh kedua skuat di laga sore nanti:


TEROR TIGA BOMBER HAUS GOL

Sepanjang babak penyisihan grup maupun babak delapan besar, Arema sukses menorehkan prestasi yang tidak bisa dilampaui klub lain. Prestasi tersebut adalah tampil sebagai klub paling banyak menjebol gawang lawan. Khusus di babak delapan besar, anak asuh Suharno sukses menggelontorkan 14 gol ke gawang rival mereka. 14 gol hasil kreasi Samsul Arif dan kawan-kawan ini adalah yang terbaik di antara kontestan lainnya.
Arema memang memiliki barisan penyerang kelas wahid untuk ukuran ISL. Nama seperti Alberto Goncalves, Cristian Gonzales, dan Samsul Arif merupakan jaminan mutu bagi ketajaman lini depan Singo Edan. Tak percaya? tengok saja perolehan gol ketiganya. Samsul memimpin dengan koleksi 16 gol, disusul Gonzales dengan catatan 15 gol, sementara Beto mampu mencetak 11 gol. Ketajaman para penyerang Arema ini akan menjadi teror utama bagi gawang Persib yang dikawal I Made Wirawan.


LINI TENGAH MAKIN SOLID

Sempat tampil kurang stabil pascapulih dari cedera, kini Ahmad Bustomi mulai tampil konsisten. Kembali apiknya performa Bustomi semakin melengkapi kekuatan lini tengah Arema. Bersama Gustavo Lopez dan Juan Revi, kapten tim Arema tersebut akan menjadi kekuatan sentral di lini tengah Arema.

Kombinasi tiga pemain tersebut akan membuat lini tengah Arema tampil solid. Juan Revi bertugas mematahkan setiap serangan Persib, serta menjaga ketat Makan Konate. Bustomi bertugas sebagai pengatur ritme permainan dan distributor bola. Sementara itu, Gustavo akan menjadi pelayan bagi trio Samsul-Gonzales-Beto.

DUKUNGAN PENUH SUPORTER
Pemindahan venue pertandingan dari Stadion Utama Gelora Bung Karno ke Stadion Jakabaring rupanya tak membuat semangat Aremania mengendur. Aremania dipastikan akan tetap membirukan salah satu sisi tribun di Stadion Jakabaring, meskipun jarak antara Malang ke Palembang cukup jauh.
Dukungan Aremania ini tentu akan menjadi tambahan tenaga ekstra bagi para penggawa Singo Edan. Victor Iqbonefo dan kawan-kawan tentu tidak ingin melihat Aremania yang sudah mendukung kecewa. Kemenangan adalah ganjaran yang pantas diberikan bagi Aremania yang rela melakukan perjalanan jarak jauh dari Malang ke Palembang.

PENGARUH IWAN BUDIANTO

Semenjak gelaran babak delapan besar Indonesia Super Liga (ISL) selain jajaran pelatih, ada satu sosok sentral yang selalu berada di bench saat Arema sedang bertanding. Dia tak pernah absen baik saat laga kandang maupun kandang. Sosok tersebut adalah sang chief executive officer (CEO) Arema Cronus, Iwan Budianto.

Pengaruh kehadiran Iwan sangat krusial bagi skuad Singo Edan pada musim ini. Tak sekadar CEO, Iwan adalah motivator ulung yang bisa melipatgandakan semangat juang Ahmad Bustomi dan kawan-kawan. Tuah kehadiran Iwan di antaranya adalah saat Arema membantai Persipura 3-0 di kandang, serta menahan Semen Padang di Stadion H. Agus Salim dengan skor 2-2, 29 Oktober lalu.

MOTIVASI BERLIPAT TAKLUKKAN PERSIB
Hanya satu tim yang belum pernah dikalahkan oleh Arema sepanjang kompetisi ISL musim ini, yaitu Persib. Dalam dua kesempatan duel di musim ini, tak sekalipun Arema mampu mengalahkan Persib. Arema hanya mampu menahan Persib 2-2 di kandang, dan menelan kekalahan 3-2 saat bertandang ke Stadion Si Jalak Harupat.
Nah, Arema tentu sangat bernafsu mematahkan catatan belum pernah menang lawan Persib. Kemenangan pada laga ini akan bermakna ganda bagi skuat Singo Edan. Selain menghapus catatan minor atas Maung Bandung di musim ini, kemenangan juga akan mengantar Arema ke final ISL 2014
Demikian prediksi yang dikutip dari goal dot com, semoga saja tim yang kita banggakan bisa menang sore ini di dalam laga semi final isl 2014, entah kamu pendukung Persib atau Aremania sejati, yang penting bisa damai dan tidak anarkis kalau tim kalian kalah ya, demi kemajuan sepakbola Indonesia ya kawan. sekian breaking news sepakbola siang ini.

Pelatih Belanda Akan Gantikan Indra Sjafri?


Info sepakbola pagi ini ada berita dari PSSI soal Pelatih Indra Sjafri, Setelah dinilai gagal memenuhi target yang diberikan oleh PSSI kepada INdra Sjafri di Piala Asia 2014 kemarin, Akhirnya PSSI memutuskan untuk tidak memperpanjang kontraknya dengan Pelatih Indra Sjafri, Namun PSSI pun akan membantu Indra untuk menambah ilmu kepelatihannya supaya lebih baik dikemudian hari.

“Tentu kita akan membantunya (Indra Sjafri) dalam rangka menambah ilmu kepelatihannya” terang Ktum PSSI Djohar Arifin Husin Setelah beliau bertemu Menpora Imam Nahrawi DI Kemenpora Jakarta pada hari senin kemarin


Status Indra Sjafri sendiri menjadi pelatih Timnas Garuda Jaya dipatenkan didalam sebuah rapat Komite Eksekutif PSSI yang digelar di Hotel Sultan Jakarta,pada hari Minggu (2 November/2014). Hal ini diputuskan lantaran pelatih lahiran Pesisir Selatan, Sumatra Barat itu dinyatakan telah gagal memenuhi target yang diembannya.

Padahal memang tidak semudah itu, Target apa sebenarnya yang diberikan oleh PSSI pada ajang Piala Asia 2014 di Myanmar? Ternyata adalah bisa masuk semifinal. Namun sayangnya, Evan Dimas dan teman-teman tidak sukses lolos dari penyisihan grup. Gagalnya timnas muda tersebut juga memupus harapan timnas lolos ke ajang bergengsi Piala Dunia U-20 di Selandia Baru pada tahun yang akan datang.

Djohar juga menambahkannya, dengan keluarnya Indra, pasti ada kekosongan di bagian pelatih Timnas Indonesia U-19, Untuk itu pihaknya akan berusaha secepatnya untuk mencari pengganti Indra Sjafri.Tindakan itu dilakukan supaya persiapan dari timnas untuk menghadapi kejuaraan internasional akan terasa lebih mudah.

"Rencananya sih akan memakai jasa pelatih asing. Tetapi sampai saat ini belum ditetapkan," ungkap mantan Staf Ahli Kemenpora tersebut.

Konon, Sebelum menetapkan seorang pelatih Timnas Indonesia U-19, PSSI terlebih dahulu akan menunjuk seorang Direktur Teknis yang akan membantu mempersiapkan tim maupun pelatih. Menurut Informasi yang beredar, calon Direktur Teknis tersebut berasal dari Belanda.

Soal pemain Timnas Indonesia U-19 yang ikut Piala Asia kemarin, Djohar menegaskan jika jasanya akan tetap digunakan. Sesuai dengan rencana, Evan Dimas dan kawan-kawan dipersiapkan untuk tampil di SEA Games 2017 dan Asian Games 2018.

Sementara itu dilain pihak, Indra Sjafri menegaskan tidak kecewa menyoal dengan keputusan dari PSSI. Pihaknya menngklaim, selama menangani Timnas Indonesia U-19 sudah berusaha keras memberikan semua kemampuan terbaiknya. Hasilnya pun empat prestasi sudah dicatat yaitu dua kali juara HKFA, jadi juara Piala AFF 2013 dan bisa lolos ke Piala Asia 2014.

"Saya puas sudah mengabdi kepada bangsa dan negara. Kalau tidak dibutuhkan lagi, saya tidak masalah," ungkap Indra saat dikonfirmasi.

Minggu, 02 November 2014

PSSI akan akhiri kerja sama dengan pelatih Indra Sjafri

Info sepakbola dari Jakarta - PSSI mengakhiri kerja samanya dengan pelatih Indra Sjafri setelah pelatih asal Pesisir Selatan, Provinsi Sumatra Barat tersebut gagal meraih target saat membawa Timnas Indonesia U-19 pada gelaran Piala Asia U-19 di Myanmar beberapa waktu yang lalu.

"Setelah Timnas U-19 tidak mampu lolos ke babak selanjutnya, maka pelatih dan official tim juga berhenti," itu menurut Sekjen PSSI Joko Driyono di Jakarta, Minggu malam.

Jika saja Timnas Garuda Jaya sukses merealisaikan targetnya yaitu bisa masuk empat besar Piala Asia 2014 dan akhirnya bisa tampil di Piala Dunia U-20 di Selandia Baru tahun depan, kerja sama dengan pelatih  Indra Sjafri tentunya akan terus dilangsungkan.

Walaupun sudah memutuskan masa depan Indra Sjafri sebagai pelatih Timnas Indonesia U-19, Joko Driyono hingga saat ini belum menentukan untuk calon pengganti Indra. Pemilihan pelatih, kata dia, baru akan diputuskan dimana setelah posisi Direktur Teknissudah terisi.

"Kami berharap posisi Direktur Teknis sudah ada Desember nanti. Selanjutnya akan mendampingi PSSI untuk menentukan pelatih baru," kata Joko menambahkan.

Meski posisi pelatih akan digantikan, Namun pemain Timnas Indonesia U-19 yang turun di Piala Asia 2014 lalu kemungkinan besar kalau jasanya akan kembali dipakai. Rencananya pemain muda ini akan difokuskan untuk menghadapai SEA Games 2017 dan Asian Games 2018 mendatang.

Cerita yang berbeda dialami oleh pelatih Timnas Indonesia U-23, Aji Santoso. Pelatih asal Malang ini ternyata masih dipercaya oleh PSSI salasatunya untuk mengarsiteki Timnas Garuda Muda terutama untuk menghadapi SEA Games 2015 di Singapura nanti.

Cumannya, tidak lanjut akan kerja sama teersebut tergantung dari kemauan dariAji Santoso sendiri. Saat ini PSSI masih menunggu kesanggupan dari mantan pelatih Persebaya Surabaya meski pelatih berusia 44 tahun ini dincar salah satu klub Indonesia Super League (ISL) yaitu Persija Jakarta. (*)